Setelan waktu sebuah server sangat penting untuk operasional aplikasi-aplikasi komputer yang sangat mengandalkan waktu ini. Sebagai contoh, aplikasi absensi, aplikasi transaksi, layanan email, dan sebagainya.
Di dalam hardware komputer, terdapat sebuah chip yang menyala terus menerus untuk menyimpan setelan waktu ini. Chip ini menghitung terus detak waktu dan menyimpannya. Oleh karena itu pada setiap motherboard selalu ada battery kecil, yang cukup untuk menjalankan fungsi chip tersebut. Bila battery habis, maka setelan yang disimpan dalam chip tersebut akan hilang setiap kali power supply diputus/dimatikan.
Selain diupdate secara manual dari program BIOS sebelum sistem operasi berjalan, dalam sistem operasi GNU/Linux proses menyetel waktu juga bisa dilakukan setelah sistem operasi digelar dalam Randong Access Memory (RAM). Continue Reading









